Profil Komite PMKP 2017

KEGIATAN KOMITE PMKP TAHUN 2017

Kegiatan

  • Indikator mutu RS TMC yang meliputi Indikator Area Klinis, Indikator Area Manajemen, Indikator International Library, Indikator Sasaran keselamatan Pasien, dan Indikator Unit Kerja
  • Panduan Praktek klinis/ Clinical pathway
  • Tujuh Langkah Keselamatan Pasien
  • Penilaian kinerja Staf RS TMC
  • Evaluasi kinerja dan kontrak perjanjian dengan pihak luar
  • Program PMKP di unit kerja
  • Pendidikan dan Pelatihan PMKP di RS TMC
  • Program IT PMKP RS TMC


Rincian Kegiatan dan Pelaksanaan

A. Indikator Mutu

  1. Indikator mutu RS TMC yang dipilih adalah yang berhubungan dengan area prioritas yang telah ditetapkan dan meliputi indikator area sklinis, indikator area manajemen, indikator sasaran keselamatan pasien, indikator International Library, dan indikator mutu unit kerja.
  2. Penetapan profil indikator mutu
  3. Sosialiasi indikator mutu
  4. Pengisian data indikator mutu
  5. Validasi data indikator mutu
  6. Analisis data indikator mutu
  7. Evaluasi data indikator mutu dan rencana tindak lanjut
  8. Monitoring dan evaluasi rencana tindak lanjut


B. Clinical Pathway/ Panduan Praktek Klinik

  1. Penetapan clinical pathway/ Panduan Praktek Klinik yang baru meliputi PPK di bidang anestesi dan Farmasi
  2. Penyusunan clinical pathway/ Panduan Praktek Klinik yang baru
  3. Sosialisasi clinical pathway/ Panduan Praktek Klinik yang baru
  4. Evaluasi clinical pathway/ Panduan Praktek Klinik yang baru dan yang lama
  5. Rencana tindak lanjut
  6. Monitoring dan evaluasi rencana tindak lanjut


C. Tujuh Langkah Keselamatan pasien

  1. Bangun kesadaran akan nilai Keselamatan Pasien dengan melakukan assesmen Budaya Keselamatan Pasien di RS TMC dan mengevaluasinya
  2. Pimpin dan dukung staf anda dengan melakukan:
    • Deklarasi tentang gerakan moral ‘Keselamatan Pasien’
    • Ronde keselamatan pasien minimal satu kali dalam sebulan
    • Menunjuk penanggung jawab operasional Keselamatan Pasien
    • Menunjuk penggerak/ “champion” di tiap unit
    • Melaksanakan briefing dan de-briefing (preconferene- post conference)
    • Ciptakan suasana kerja yang kondusif
  3. Integrasikan Aktivitas Pengelolaan Risiko. Langkah yang ketiga ini akan dikoordinasikan oleh Subkomite Manajemen Risiko.
    • Membuat kebijakan manajemen risiko RS TMC
    • Sosialisasi manajemen risiko RS TMC yang meliputi FMEA
    • Membuat FMEA
  4. Kembangkan sistem Pelaporan
    • Grading risiko oleh koordinator unit kerja
    • RCA sederhana oleh unit kerja dipimpin koordinator untuk insiden KP dengan grading biru/ hijau
    • Rapat Insidentil membahas insiden yang terjadi
    • RCA untuk insiden KP dengan grading kuning/ merah
  5. Libatkan dan berkomunikasi dengan pasien
    • Sosialisasi edukasi ke para pemberi pelayanan
    • Evaluasi pengisian formulir pemberian informasi dan formulir informed consent sebagai perwujudan keterlibatan pasien/ keluarga dalam pemberian pelayanan
  6. Belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien
    • Edukasi kepada civitas hospitalia dalam pelaporan insiden Keselamatan pasien
    • Pembahasan insiden KP di rapat koordinasi/ rapat weekly
    • RCA sederhana dan RCA untuk mengetahui akar masalah terjadinya insiden KP
  7. Cegah cedera melalui implementasi sistem keselamatan pasien


D. Penilaian Kinerja (RS, Unit Kerja, Para pimpinan RS, Tenaga profesi, dan staf)

  1. Penilaian kinerja rumah sakit dilakukan oleh jajaran direksi RS TMC dalam bentuk laporan tiap 12 bulan yang dilaporkan kepada dewan komisaris PT Jasa Matra
  2. Penilaian Unit Kerja dilakukan oleh tiap-tiap atasan unit kerja dalam bentuk laporan tiap 1 bulan yang dilaporkan kepada direktur
  3. Penilaian koordinator dilakukan oleh tiap-tiap atasan unit kerja dalam bentuk laporan tiap 1 bulan yang dilaporkan kepada direktur
  4. Penilaian tenaga profesi dilakukan oleh komite medis untuk staf dokter, komite keperawatan untuk perawat, dan komite tenaga lainnya untuk apoteker, gizi, radiologi, dan analis.
  5. Penilaian staf oleh bagian SDM
  6. Monitoring dan evaluasi penilaian kinerja


E. Evaluasi kinerja dan perjanjian kontrak pihak ketiga

F. Program PMKP di unit kerja

Program PMKP di unit kerja meliputi:

  1. Pengisian data indikator mutu di unit kerja baik itu indikator area klinis, indikator area manajemen, indikator sasaran keselamatan pasien, dan indikator kinerja unit kerja setiap bulan
  2. Analisis data indikator mutu setiap 3 bulan
  3. Pelaporan insiden keselamatan pasien
  4. Pelaksanaan risk grading matriks oleh koordinator unit kerja
  5. RCA sederhana setiap terjadi insiden dengan grading risiko biru dan hijau oleh setiap koordinator unit kerja
  6. Pelaksanaan manajemen risiko dengan metode FMEA oleh setiap koordinator unit kerja
  7. Sosialisasi hasil kegiatan PMKP di unit masing-masing


G. Pendidikan dan Pelatihan PMKP

Pelaksanaan diklat PMKP berisi:

  • Pelatihan Internal
    1. Penjelasan program PMKP di RS TMC bagi para civitas hospitalia RS TMC
    2. Pengisian data indikator mutu ke setiap pengumpul data
    3. Analisis data hasil indikator mutu bagi para pengumpul data
    4. Pelaporan Insiden di RS TMC bagi para civitas hospitalia RS TMC
    5. Penentuan grading risiko insiden bagi setiap koordinator
    6. Pelaksanaan program manajemen risiko di setiap unit kerja bagi para koordinator
  • Pelatihan Eksternal
    1. Workshop PMKP yang di adakan oleh KARS/ PERSI
    2. Workshop Patient Safety yang di adakan oleh KARS/ PERSI
    3. Workshop Managemen Risiko yang di adakan oleh KARS/ PERSI


H. Program IT PMKP

1. Perencanaan pembuatan konsep program IT yang mendukung Kinerja Komite PMKP
2. Konsultasi konsep program IT yang telah direncanakan dengan programer
3. Follow up pembuatan program IT PMKP ke programer
4. Sosialisasi dan ujicoba program IT PMKP di RS TMC
5. Evaluasi pelaksanaan program IT PMKP di RS TMC
6. Rencana tindak lanjut dari rekomendasi evaluasi pelaksanaan program IT PMKP di RS TMC

Posisi Anda: Home Akreditasi Komite PMKP Profil Komite PMKP